LUBUK LINGGAU – STAI Bumi Silampari (STAI BS) Lubuklinggau resmi menggelar Ujian Munaqasyah Skripsi perdana tahun 2026. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik kampus, sekaligus menandai dimulainya rangkaian sidang skripsi mahasiswa pada tahun akademik 2026. Ujian berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, di Kampus STAI Bumi Silampari Lubuklinggau.
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Miftahul Huda, menjadi mahasiswa pertama yang mengikuti sekaligus dinyatakan lulus dalam pelaksanaan munaqasyah tahun ini. Berkat kemampuan akademik dan penguasaan materi penelitian yang baik, ia berhasil memperoleh nilai 91,05 dengan predikat A dan dinyatakan berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.).
Pelaksanaan sidang berlangsung sesuai dengan mekanisme akademik yang berlaku di STAI Bumi Silampari. Bertindak sebagai Penguji I adalah Ketua STAI Bumi Silampari, Dr. Muhammad Yunus, M.Pd.I., sedangkan Penguji II dipercayakan kepada Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Yesi Arikarani, M.Pd.
Dalam proses penyusunan skripsi, Miftahul Huda dibimbing oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik, Dr. Muhammad Faizul Amirudin, M.Pd.I., selaku Pembimbing I, serta Ketua Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Hecksa Manora, M.Pd., sebagai Pembimbing II.
Sementara itu, jalannya sidang dipimpin oleh Ketua Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), Retno Sumarni, M.Sos., selaku Ketua Sidang, dengan Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Nevi Laila Khasanah, M.BA., bertindak sebagai Sekretaris Sidang.
Selama ujian berlangsung, Miftahul Huda mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul "Implementasi Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran PAI di SMK Negeri Tugumulyo" di hadapan dewan penguji. Penelitian tersebut mengkaji penerapan pendekatan Deep Learning dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, mendalam, serta mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, aktif, dan mampu menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata.
Setelah mempresentasikan hasil penelitiannya, Miftahul Huda menjawab berbagai pertanyaan, masukan, serta pendalaman materi yang diberikan oleh dewan penguji. Proses sidang berlangsung dengan tertib, objektif, dan penuh suasana akademik hingga akhirnya dewan penguji memutuskan bahwa yang bersangkutan memenuhi seluruh persyaratan untuk dinyatakan lulus.
Wakil Ketua I Bidang Akademik STAI Bumi Silampari, Dr. Muhammad Faizul Amirudin, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Miftahul Huda sebagai mahasiswa pertama yang berhasil menyelesaikan ujian munaqasyah pada tahun 2026.
"Alhamdulillah, pelaksanaan munaqasyah perdana tahun ini berjalan dengan baik dan lancar. Keberhasilan Miftahul Huda menjadi mahasiswa pertama yang lulus tentu menjadi awal yang baik bagi pelaksanaan sidang skripsi tahun 2026. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya agar terus semangat menyelesaikan tugas akhir dengan kualitas penelitian yang baik, sehingga mampu lulus tepat waktu dan memberikan kontribusi nyata melalui karya ilmiahnya," ujarnya.
Sementara itu, Miftahul Huda mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang berhasil diraihnya setelah melewati proses penyusunan skripsi hingga ujian munaqasyah.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas kelancaran ujian ini. Terima kasih kepada kedua dosen pembimbing, para dosen penguji, seluruh civitas akademika STAI Bumi Silampari, serta kedua orang tua dan keluarga yang selalu memberikan doa, dukungan, dan motivasi selama proses penyusunan skripsi. Semoga ilmu yang saya peroleh dapat bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi bekal untuk terus berkarya di masa depan," ungkapnya.
Pelaksanaan munaqasyah perdana ini menjadi salah satu indikator komitmen STAI Bumi Silampari dalam menjaga kualitas proses akademik dan menghasilkan lulusan yang kompeten. Melalui proses ujian yang dilaksanakan secara objektif dan sesuai standar akademik, kampus berharap dapat terus melahirkan sarjana-sarjana yang unggul, berintegritas, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dunia pendidikan, dan pembangunan masyarakat.
