LUBUKLINGGAU – STAI Bumi Silampari Lubuklinggau menyambut baik rencana pembentukan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Perguruan Tinggi sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi kelembagaan dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Lubuklinggau.
Hal tersebut disampaikan dalam kunjungan silaturahmi BAZNAS Kota Lubuklinggau ke Kampus STAI Bumi Silampari, Rabu, 23 September 2026. Pertemuan tersebut membahas sosialisasi, pembentukan, dan optimalisasi UPZ di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus membicarakan keberlanjutan kerja sama antara kedua lembaga.
Kunjungan tersebut dihadiri Ketua STAI Bumi Silampari Dr. Muhammad Yunus, M.Pd.I., Ketua BAZNAS Kota Lubuklinggau Marjianto, S.H., M.H., Waka III Bidang Kemahasiswaan, Kaprodi BPI, Kaprodi PAI, Kaprodi MBS, serta empat mahasiswa STAI Bumi Silampari yang menerima beasiswa dari BAZNAS Kota Lubuklinggau.
Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS Kota Lubuklinggau mendorong STAI Bumi Silampari untuk segera membentuk UPZ di lingkungan kampus. Keberadaan UPZ di perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi wadah pengumpulan zakat sekaligus memperluas partisipasi civitas akademika dalam pengelolaan zakat secara terorganisasi.
Ketua BAZNAS Kota Lubuklinggau Marjianto, S.H., M.H., mengatakan silaturahmi tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi dengan pihak kampus, khususnya berkaitan dengan mahasiswa penerima beasiswa dan pelaksanaan kerja sama yang telah terjalin.
“Kami ingin mengetahui bahwa mahasiswa yang menerima bantuan ini memang berkuliah di sini, studinya ada dan berjalan, serta bagaimana pelaksanaan MoU kita. BAZNAS hanya mewadahi, sedangkan yang menerima manfaat adalah masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurut Marjianto, koordinasi dengan pihak perguruan tinggi penting untuk memastikan program yang diberikan berjalan sesuai tujuan. Karena itu, evaluasi terhadap mahasiswa penerima beasiswa juga menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Menanggapi dorongan pembentukan UPZ, Ketua STAI Bumi Silampari Dr. Muhammad Yunus, M.Pd.I., menyambut baik kunjungan dan kerja sama yang telah terjalin bersama BAZNAS Kota Lubuklinggau. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian BAZNAS terhadap mahasiswa STAI Bumi Silampari, khususnya melalui program beasiswa.
“Terima kasih atas kunjungan dari BAZNAS Kota Lubuklinggau. Kami menyambut baik kerja sama yang telah terjalin. Kita saling bahu-membahu dan kami merasa mahasiswa kami sangat terbantu dengan adanya dukungan dari BAZNAS,” ungkapnya.
Dr. Yunus juga menyatakan bahwa STAI Bumi Silampari akan segera menindaklanjuti pembentukan UPZ di lingkungan kampus. Menurutnya, keberadaan UPZ dapat menjadi langkah positif untuk membangun kepedulian terhadap zakat sekaligus memperluas manfaat kerja sama antara STAI Bumi Silampari dan BAZNAS Kota Lubuklinggau.
“Kami akan segera membentuk UPZ di kampus ini. Insyaallah, kerja sama yang sudah terjalin ini ke depan akan semakin membangun dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tambahnya.
Dukungan BAZNAS terhadap mahasiswa STAI Bumi Silampari juga terlihat melalui program beasiswa pendidikan. Dalam pertemuan tersebut hadir empat mahasiswa penerima beasiswa BAZNAS, yakni Rusnadi, Ahmad Padri, dan Aming dari Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), serta Nayla Khairunnisa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).
Kehadiran para mahasiswa tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi penerima beasiswa. BAZNAS dan pihak kampus melakukan koordinasi untuk memastikan para penerima masih aktif berkuliah dan memperoleh manfaat dari dukungan pendidikan yang diberikan.
Kaprodi BPI STAI Bumi Silampari, Retno Sumarni, M.Sos., menyampaikan apresiasi atas program beasiswa BAZNAS yang dinilai memberikan dukungan nyata bagi mahasiswa. Ia menyebut beberapa mahasiswa BPI penerima beasiswa juga memiliki prestasi yang dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya.
“Beberapa mahasiswa BPI seperti Rusnadi, Aming, dan Ahmad Padri mendapatkan beasiswa dari BAZNAS dan mereka juga memiliki prestasi. Saya rasa program dari BAZNAS ini tepat sasaran. Sebagai Kaprodi, saya merasa sangat terbantu dengan adanya beasiswa BAZNAS karena mahasiswa mendapatkan dukungan untuk terus melanjutkan pendidikannya,” ujarnya.
Selain pembentukan UPZ dan evaluasi penerima beasiswa, pertemuan juga membahas Memorandum of Understanding (MoU) antara STAI Bumi Silampari dan BAZNAS Kota Lubuklinggau. Kedua pihak membahas tindak lanjut kerja sama agar tidak hanya berfokus pada pemberian beasiswa, tetapi juga dapat dikembangkan dalam bentuk kolaborasi lain yang memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.
Bagi STAI Bumi Silampari, pembentukan UPZ menjadi salah satu langkah untuk memperkuat peran kampus dalam membangun kepedulian sosial dan partisipasi civitas akademika. Sementara bagi BAZNAS, keberadaan UPZ perguruan tinggi dapat menjadi bagian dari upaya optimalisasi pengumpulan dan pemanfaatan zakat melalui lembaga pendidikan.
Melalui silaturahmi tersebut, STAI Bumi Silampari dan BAZNAS Kota Lubuklinggau berkomitmen melanjutkan komunikasi dan kerja sama secara berkelanjutan. Pembentukan UPZ, penguatan MoU, serta evaluasi program beasiswa diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadirkan lebih banyak manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat melalui kolaborasi di bidang zakat dan pendidikan.
