LUBUKLINGGAU – STAI Bumi Silampari Lubuklinggau menggelar Rapat Evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027, Selasa, 22 September 2026, di Kampus STAI Bumi Silampari. Rapat tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap berbagai strategi PMB yang telah dilaksanakan sekaligus merumuskan langkah penguatan penerimaan mahasiswa pada periode mendatang.

Rapat dihadiri Ketua STAI Bumi Silampari Dr. Muhammad Yunus, M.Pd.I., Waka I Dr. Muhammad Faizul Amirudin, M.Pd.I., Waka II Dr. Muhamad Akip, M.Pd.I., Waka III Dr. Fitriyani, M.Pd., serta para dosen yang tergabung dalam kepanitiaan PMB. Sebelumnya, proses PMB telah dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah dan sejumlah instansi.

Ketua STAI Bumi Silampari, Dr. Muhammad Yunus, M.Pd.I., menyampaikan bahwa dinamika penerimaan mahasiswa perlu dilihat sebagai bagian dari proses pengembangan institusi. Menurutnya, berbagai pengalaman dari pelaksanaan PMB selama beberapa tahun dapat menjadi bahan untuk melakukan perbaikan dan mencari strategi baru yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat.

“Kalau ada hal yang sudah berlangsung beberapa tahun, tentu perlu kita lihat kembali. Apa yang masih bisa diperbaiki, kita perbaiki. Kita perlu berdiskusi secara sehat dan rasional untuk mencari strategi baru,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penguatan PMB tidak hanya berkaitan dengan promosi atau jumlah mahasiswa. Kualitas pelayanan, kepuasan mahasiswa, suasana pembelajaran, kebersihan dan kenyamanan lingkungan, serta interaksi antara dosen dan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.

“Yang penting mahasiswa sebagai pelanggan kita merasa puas dengan layanan yang diberikan. Karena itu, perbaikan harus dimulai dari diri kita masing-masing. Kita semua mempunyai peran dalam membangun kampus,” tambahnya.

Ketua STAI juga membuka ruang diskusi mengenai pengembangan program studi, termasuk bagaimana setiap program studi dapat terus diperkuat sesuai dengan kondisi dan potensinya. Berbagai alternatif pengembangan, mulai dari penguatan kompetensi dan sertifikasi hingga optimalisasi sinergi antarprogram studi, diharapkan dapat dibahas secara objektif dan melalui keputusan bersama.

Sementara itu, Waka III Dr. Fitriyani, M.Pd., menyampaikan perkembangan jumlah mahasiswa Tahun Akademik 2026/2027 yang hingga saat ini mencapai sekitar 102 mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa setiap program studi memiliki dinamika penerimaan yang berbeda sehingga perlu dilakukan pemetaan dan evaluasi secara berkala.

Dalam upaya memperluas jangkauan PMB, STAI Bumi Silampari juga telah menyediakan berbagai program beasiswa serta membentuk Korcab dan Korlab sebagai tim yang membantu melakukan sosialisasi dan menjangkau calon mahasiswa. Berdasarkan rekapitulasi, upaya tersebut telah berkontribusi sekitar 15 mahasiswa.

Evaluasi ini menjadi bagian dari upaya kita untuk melihat apa yang sudah berjalan dan apa yang masih dapat dikembangkan. Dari sana kita dapat menyusun strategi PMB yang lebih terarah,” ujarnya.

Ketua LPM sekaligus Ketua Panitia PMB Tahun Akademik 2026/2027, Mansyur Romadon Putra, M.Pd., menyampaikan laporan sekaligus refleksi terhadap pelaksanaan PMB. Ia menilai pendekatan langsung kepada calon mahasiswa perlu semakin diperkuat, termasuk melalui pola door to door dan komunikasi personal.

Menurutnya, promosi dari mulut ke mulut atau word of mouth juga memiliki potensi besar. Pengalaman positif mahasiswa, alumni, dosen, dan keluarga besar kampus dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan STAI Bumi Silampari kepada masyarakat secara lebih luas. Ia juga menekankan pentingnya kesiapan pelayanan, keterlibatan dosen, pembagian penanggung jawab, dan efisiensi anggaran.

“Dari proses yang sudah berjalan, ada beberapa hal yang menjadi pembelajaran bagi kami. Ke depan, pendekatan langsung kepada calon mahasiswa perlu lebih diperkuat karena komunikasi personal memberikan ruang yang lebih luas untuk menjelaskan program dan keunggulan kampus,” ungkapnya.

Sebagai Ketua LPM, Mansyur juga menekankan bahwa hasil evaluasi PMB perlu menjadi bagian dari peningkatan mutu secara berkelanjutan. Evaluasi tidak hanya melihat jumlah mahasiswa, tetapi juga bagaimana kampus terus meningkatkan kualitas pelayanan, proses akademik, dan pengalaman mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Dari bidang akademik, Waka I Dr. Muhammad Faizul Amirudin, M.Pd.I., menekankan pentingnya evaluasi berbasis data terhadap kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan. Setiap sekolah maupun instansi yang menjadi sasaran sosialisasi perlu dipetakan berdasarkan hasil dan dampaknya sehingga kampus dapat menentukan strategi yang lebih efektif.

Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi antara informasi yang disampaikan kepada mahasiswa dengan layanan yang diberikan. “Kalau kita menawarkan sesuatu kepada mahasiswa, maka apa yang kita tawarkan harus kita laksanakan dengan baik. Komitmen terhadap mahasiswa harus kita jaga,” jelasnya.

Sementara itu, Waka II Dr. Muhamad Akip, M.Pd.I., menyampaikan sejumlah hal terkait administrasi keuangan dan program beasiswa. Ia menekankan pentingnya pengelolaan administrasi melalui mekanisme kelembagaan yang telah ditetapkan agar seluruh proses berjalan tertib dan terdokumentasi.

Dalam rapat turut dibahas berbagai skema beasiswa mahasiswa baru, antara lain beasiswa prestasi akademik dan nonakademik serta beasiswa bagi keluarga dosen dan staf. Selain itu, dibahas pula rincian biaya masuk STAI Bumi Silampari Tahun 2026, termasuk untuk Program Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) dengan skema kelas umum, keluarga dosen dan staf, serta kelas alumni.

Melalui rapat evaluasi tersebut, STAI Bumi Silampari berkomitmen menjadikan pengalaman pelaksanaan PMB Tahun Akademik 2026/2027 sebagai bahan untuk terus melakukan pengembangan. Berbagai masukan dari pimpinan, LPM, panitia, dan dosen diharapkan dapat memperkuat strategi penerimaan mahasiswa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman pendidikan bagi mahasiswa.

Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi seluruh civitas akademika dalam memperkenalkan STAI Bumi Silampari kepada masyarakat serta membangun lingkungan pendidikan yang semakin baik, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.