Ketua STAI Bumi Silampari Silaturrahmi ke Madrasah Aliyah (MA) Riyadhus Sholihin Megang Sakti
Ketua Sekolah
Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari Lubuklinggau melakukan kunjungan
silaturrahmi ke Madrasah Aliyah (MA) Riyadhussolihin di Kecamatan Megang Sakti,
Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara perguruan
tinggi Islam dan lembaga pendidikan menengah dalam meningkatkan kualitas
pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia.
Kunjungan
tersebut dipimpin langsung oleh Ketua STAI Bumi Silampari, didampingi Ketua
Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Mansyur Ramadhan Putra, M.Pd., serta Ketua Program
Studi Hukum Tata Negara (HTN) Ongky Alexander, M.H. Rombongan disambut oleh Kepala
MA Riyadhussolihin, Munir Fathoni, M.Pd.I, bersama para guru dan pengelola
madrasah.
Dalam pertemuan
tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan,
penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas pendidikan Islam.
Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan
madrasah dalam membentuk generasi yang unggul secara akademik sekaligus
memiliki karakter dan nilai-nilai keislaman yang kuat.
Ketua STAI Bumi
Silampari menyampaikan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis
dalam membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan mampu bersaing di era
modern.Sinergi dengan lembaga pendidikan Islam seperti madrasah menjadi langkah
penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan Islam di daerah.
Sementara itu, Munir
Fathoni, M.Pd.I menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi
atas komitmen STAI Bumi Silampari dalam menjalin kerja sama dengan lembaga
pendidikan di wilayah Megang Sakti. Ia berharap silaturrahmi ini menjadi awal
dari kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan
masyarakat.
Melalui
kegiatan ini, diharapkan hubungan antara STAI Bumi Silampari Lubuklinggau dan
MA Riyadhussolihin Megang Sakti semakin erat serta mampu memberikan kontribusi
nyata dalam pengembangan pendidikan Islam dan peningkatan kualitas masyarakat
di wilayah tersebut.
