Bangun Kepercayaan Diri dan Semangat Meraih Masa Depan, STAI BS Gelar Penyuluhan Self Efficacy
LUBUKLINGGAU, Jumat (5/6/2026) – Sebagai bentuk kontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan penguatan sumber daya manusia, STAI Bumi Silampari Lubuklinggau menggelar penyuluhan tentang self efficacy (keyakinan terhadap kemampuan diri) sekaligus sosialisasi kampus di Rumah Asa Silampari, Kota Lubuklinggau. Kegiatan ini diikuti oleh para binaan dan pengurus Rumah Asa Silampari dengan suasana yang interaktif dan penuh semangat.
Dalam kesempatan tersebut, STAI Bumi Silampari menghadirkan Ustadz Muhammad Yusuf Haddad, Lc., M.Ag., selaku Ketua Lembaga Bahasa STAI Bumi Silampari, sebagai narasumber utama. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Retno Sumarni, M.Sos., Kaprodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), serta Nurrohman Zulkarnain, M.Sos., Ketua Unit Kewirausahaan STAI Bumi Silampari.
Dalam materinya, Ustadz Muhammad Yusuf Haddad menjelaskan bahwa self efficacy merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk menghadapi berbagai tantangan dan mencapai tujuan hidup. Menurutnya, banyak orang yang gagal berkembang bukan karena tidak memiliki kemampuan, melainkan karena kurang percaya pada potensi dirinya sendiri.
“Setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan menjadi lebih baik. Yang terpenting adalah memiliki keyakinan bahwa kita mampu berusaha, belajar, dan bangkit dari berbagai keterbatasan yang ada,” ujarnya di hadapan peserta.
Ia juga mengajak peserta untuk tidak menjadikan masa lalu maupun kondisi sosial sebagai penghalang dalam meraih masa depan yang lebih baik. Dengan tekad yang kuat, semangat belajar, serta lingkungan yang mendukung, setiap individu memiliki peluang yang sama untuk meraih pendidikan dan kesuksesan.
Selain penyuluhan motivasi, tim STAI Bumi Silampari juga memperkenalkan berbagai program studi, kegiatan kemahasiswaan, peluang beasiswa, serta berbagai fasilitas yang dimiliki kampus. Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya pendidikan tinggi sebagai salah satu jalan dalam meningkatkan kualitas hidup dan memperluas kesempatan kerja di masa depan.
Kaprodi BPI, Retno Sumarni, M.Sos., menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai media pengembangan karakter dan peningkatan kepercayaan diri. Oleh karena itu, pihaknya berharap para peserta dapat terus termotivasi untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Sementara itu, Ketua Unit Kewirausahaan STAI Bumi Silampari, Nurrohman Zulkarnain, M.Sos., turut memberikan motivasi mengenai pentingnya memiliki keterampilan dan jiwa kewirausahaan. Menurutnya, generasi muda perlu membangun mental yang mandiri, kreatif, dan produktif agar mampu menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks.
Rumah Asa Silampari sendiri merupakan lembaga sosial yang hadir sebagai wadah pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam upaya meminimalisir aktivitas anak jalanan (Anjal), gelandangan dan pengemis (Gepeng) di Kota Lubuklinggau. Selain itu, Rumah Asa juga menjadi tempat pendampingan bagi korban penyalahgunaan NAPZA dan diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan lembaga kesejahteraan sosial di wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Musi Rawas Utara.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026 ini, STAI Bumi Silampari menunjukkan komitmennya dalam menjalankan peran tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi dengan Rumah Asa Silampari diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta binaan, terutama dalam membangun kepercayaan diri, menumbuhkan semangat belajar, serta membuka harapan baru untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung hangat. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara dan menyampaikan berbagai pertanyaan seputar pengembangan diri, motivasi belajar, serta peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Diharapkan, materi yang disampaikan dapat menjadi bekal berharga bagi peserta dalam menata kehidupan yang lebih positif, mandiri, dan berdaya saing.
